Rabu, 21 Oktober 2015

SEJARAH SEL

   SEJARAH SEL

Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dalam pengamatannya.
Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae artinya sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan sel-sel gabus yang telah mati. Sejak penemuan awal sel itu, beberapa ilmuwan berlomba untuk mengetahui lebih banyak tentang sel.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrJtlROaDsCm3Xc1Lx_3OXn22NwloX81pnoXXGsBdMWt5xvDgz7wpt_zE2lm666mhbJXtisFW4gsv3PJvrE31bPdHuUSzqjIuI22PKmS3AZuKH6-8Zvqi1GdWn7sbR0Y8nyTWEWuDiEMY3/s1600/Sel+gabus+(atas)+dan+karya+Robert.png

Sel gabus (atas) dan karya Robert

Penemuan sebuah sel yang masih hidup pertama kali dilakukan oleh Antonie. Ilmuwan Belanda bernama lengkap Antonie van Leeuwenhoek (1632–1723) merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu digunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang bergerak-gerak di dalam air, yang kemudian disebut bakteri. Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup dalam sejarah sel pada penemuan dan penelitian sel.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdnThIKDQeEr4JoBIgzEPBkQN7ZkWGkYwthHsrDCHzeapDfYkAOmve6YMsAypviEFYFBpRTrkt-YNgXCfNe7afy6QLFQ3e9iwwffie7pqE31Iy7goNLxnWr8spqKKPTg4ItuO7sUDkgE-d/s1600/Mikroskop+Leeuwenhoek.png

Mikroskop Leeuwenhoek

Anthony van Leeuwenhoek (1632-1723), seorang yang berkebangsaan Belanda merupakan orang pertama yang menemukan mikroskop dan meneliti organisme mikroskopis seperti berbagai Protozoa dan Rotifera yang oleh Beliau diberi nama ”animanculus”, berbagai jenis bakteri, meliputi bakteri basil dan bakteri spiral;. mengamati sperma pada manusia, katak, anjing, kelinci, dan ikan. Beliau juga mengamati pergerakan sel-sel darah di dalam kapiler kaki katak dan daun telinga pada kelinci.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmkaxz1Lc4yven98giaY4MntyYEu_Xxo5ft-rKFv7UCpn7yQPRtfcIRoVMEJaubZgopSyjC9m5BO5-e5Vl4g78hpmmj-Hq7h4PNrAJNOn7PdIR2AsVMCudXxx7xtpRE9GTgOnsmh5hnDiw/s1600/1.jpg
                             
                        An thony van Leeuwenhoek (1632-1723), dan mikroskop sederhana serta jenis protozoa hasil temuannya. Marcello Malphigi (1628-1694), seorang berkebangsaan Italia merupakan orang pertama yang menggunakan mikroskop dalam mengamati sayatan jaringan pada organ-organ tertentu, seperti otak, hati, ginjal, limfa, dan paru-paru. Selain itu, dia juga mengamati perkembangan embrio ayam. Dari hasil pengamatannya, dia menyimpulkan bahwa jaringan tersusun atas unit-unit struktural yang ia sebut utricles (De Robertis, 1988).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt31mG6JMerrbdiE9KgsK3LV0ZSwHdSjHNqm86WN5f2oPYji8oE6lEI2WgoKdrEHjOCRH8DQ2Q2HzAufmfCt8pwLWfN8Ii8LF3A4k58UTFvozMXZZHiY-cGqujlpS8c1Er6MMo929xKhS0/s1600/2.jpg
Gambar-1.2 Marcello Malphigi (1628-1694)

     Robert Hooke (1663) merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah sel berdasarkan hasil pengamatannya pada sayatan sumbat gabus. Ia melaporkan bahwa sumbat gabus terdiri atas ruang-ruang kecil yang diberi nama sel (bahasa Yunani: Cellula yang bermakna ruang-ruang kecil).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGlGy6Dml9R44A7VxYv0T08aQSWrTeVQvDsoiDTbjLjOIppBxXB5_vwCjzmwfJvVvVUxQpUYwidcrx7IjDCrn6hNUfY-9E_RpBipMLABdDdCG6GYdbC_LTkEAHacyFrQfCLGCgFbuqIVU2/s1600/3.jpg

                          Ruang-ruang kecil pada sayatan sumbat gabus, R. Hooke (1663) dan mikroskop sederhana. Rene Dutrochet (1776-1847), seorang yang berkebangsaan Perancis, melaporkan bahwa semua hewan dan tumbuhan terdiri atas kumpulan sel-sel globular. Pada tahun 1831, Robert Brown (1773-1858), seorang yang berkebangsaan Inggris, melaporkan bahwa sel-sel epidermis tumbuhan, serbuk sari, dan kepala putik mengandung suatu struktur yang konstan yang disebut inti. Pada tahun 1840, Johannes E. Purkinye (1787-1869), seorang yang berkebangsaan Cekoslovakia, memperkenalkan istilah protoplasma. Pada tahun 1861, W. Schultze menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik dari kehidupan. Protoplasma adalah substansi hidup yang berbatas membran dimana di dalamnya terdapat inti atau nukleus (Karp, 19


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvEK3c35owBalmZ7hoQcdjlxGq4Kpa6tufhyRD_0c3T-jtIWLjsedrEBsbK9dQt0joZcTyx-JiwKtepj_R0FIdZAqdiaFq7dz_xspg4o3OZk9oe7TqMaEFxp_M5NAMD776C9K2TUOIm8OR/s1600/5.jpg
                                 Mathias J. Schleiden(1804-1882), T(1810-1882). Schwann dan R. Virchow(1821-1902)

Pada tahun 1938, Mathias J. Schleiden (1804-1882), seorang ahli pengetahuan berkebangsaan Jerman, melaporkan bahwa tubuh tumbuhan tersusun atas sel. Secara terpisah, pada tahun 1839 Theodore Schwann (1810-1882) yang juga seorang ahli pengetahuan berkebangsaan Jerman, melaporkan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel. Schwann kemudian mengusulkan dua azas yang dikenal dengan teori sel, yaitu: Semua organisme terdiri atas sel, dan sel merupakan unit dasar organisasi kehidupan. Sepuluh tahun kemudian R. Virchow (1821-1902) mengusulakn azas ketiga teori sel yang berbunyi: Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya (Omnis cellula e cellulaI) (Sheeler & Bianchi, 1983). Kemudian Louis Pasteur (1908-1895) mengemu-kakan teori biogenesis yang menyatakan bahwa setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya (Omne vivum e vivo). (Thorpe, 1984; Sheeler and Bianchii, 1983; dan Albert et al., 1984)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiywdJMgppO3HoBdg7dhKqxICeWAKWzailwbdI3a1aYO6uhAMsBfuYvR1mDh1t5ksyc4kvasPAKlQA80VglISlYm2YItHTfyqe_MecbEBvUNqSFVCZ3Po-17HUStMDTnqEpvV1OFZ0t1bND/s1600/6.jpg
Gambar-1.6 L.  Pasteur (1808-1895)

Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan para ilmuwan tersebut diambil suatu kesimpulan, yaitu: sel merupakan kesatuan struktural dari makhluk hidup, sel merupakan kesatuan fungsional dari makhluk hidup, dan sel merupakan kesatuan hereditas dari makhluk hidup. Namun, dalam lingkup yang lebih kompleks, teori sel mengandung makna (Villee et al., 1985), yaitu:
       1.     Semua makhluk hidup terdiri atas sel;
      2.    Sel yang baru dibentuk, berasal dari pembelahan sel sebelumnya;
      3.    Semua sel memiliki kemiripan yang mendasar dalam hal komposisi kimia dan aktivitas metabo-lismenya;
       4.    Aktivitas dari suatu organisme dapat dimengerti sebagai aktivitas kolektif, dan interaksi-interaksi dari unit-unit seluler bergantung satu dengan yang lainnya.

Perkembangan Sejarah dan Teori Penemuan pada Sel
Perkembangan penelitian tentang penemuan pada sel mendorong berkembangnya persepsi tentang sel. Dari sinilah kemudian lahir teori-teori tentang sel. Beberapa teori tentang sel yang dikemukakan diantaranya sebagai berikut.
Penemuan-penemuan yang mendukung perkembangan teori mengenai sel sebagai berikut.

1) Robert Brown (1812), Biolog Skotlandia, menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel yang ia sebut
nukleus.
2) Felix Durjadin (1835), beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan sel yang sekarang disebut protoplasma.
3) Johanes Purkinye (1787–1869), orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur.






SEJARAH SEL ini ditulis oleh saya sendiri Widya Intawani, dan teman teman kelompok biologi saya Chintya Iqlima, Dina Tri Rantini, Jasico Da Comoro, Ritchi Ephipanias dan Sheila Gracia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar